jump to navigation

Coret Studi Banding dan Pembelian Mobil Dinas Januari 7, 2009

Posted by witart in regulasi, tauladan.
Tags: , ,
trackback

kok ya masih ada yang kepala batu memboroskan APBD untuk membeli mobil dan melakukan studiiiiiiiiiii

Coret Studi Banding dan Pembelian Mobil Dinas
Anggaran : Selasa, 6 Januari 2009 | 15:17 WIB

Bandung, Kompas – Demi efisiensi, Pemerintah Kota Bandung mencoret program kerja yang dianggap tak penting, termasuk studi banding ke luar negeri, seminar, pembelian mobil dinas, pembelian baju seragam pegawai, dan penelitian. Namun, langkah ini belum menolong APBD Kota Bandung dari defisit anggaran yang ditaksir mencapai Rp 200 miliar.

Hal itu diakui Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi di gedung DPRD Kota Bandung, Senin (5/1). “Meski kami sudah berupaya mengurangi belanja, APBD Kota Bandung 2009 masih defisit Rp 200 miliar,” katanya.

Ia mengungkapkan, pendapatan dalam APBD 2009 dipatok Rp 2,1 triliun, sementara pengeluaran mencapai Rp 2,3 triliun. Ditambah dengan bantuan dana dari pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat, dan peningkatan pendapatan asli daeerah, defisit APBD tinggal Rp 200 miliar. “Defisit yang awalnya Rp 800 miliar bisa ditekan maksimal sampai Rp 200 miliar.

Menurut Edi, tambahan penghasilan pegawai negeri sipil yang awalnya Rp 150 miliar juga dipotong sehingga tinggal Rp 50 miliar. Pencoretan dan pengurangan beberapa mata anggaran ini diasumsikan mampu menghemat hingga Rp 250 miliar.

“Inilah defisit terbesar sepanjang sejarah (Kota Bandung)” kata Edi seraya menegaskan perlunya penghematan.

Kepala Dinas Kebakaran Kota Bandung Prijo Soebiandono mengatakan, dinas yang dipimpinnya ikut terimbas efisiensi anggaran. Dana asuransi bagi pemadam kebakaran Rp 250 juta dihapus. Padahal, dana asuransi ini sangat penting mengingat tingginya risiko petugas pemadam kebakaran.

Anggota Panitia Anggaran DPRD Kota Bandung, Endrizal Nazar, menilai, efisiensi yang dilakukan Pemkot Bandung belum maksimal. Sebab, terdapat beberapa mata anggaran yang perlu dikaji ulang mengingat besarnya berlebihan.

Dana bantuan sosial Rp 42 miliar semestinya dapat dikurangi. Begitu juga dengan dana hibah yang mencapai Rp 59 miliar.

Selain itu, kata Endrizal, dana proyek stadion berskala internasional di Gedebage seharusnya juga tidak dialokasikan Rp 100 miliar untuk tahun ini. Sebab, tahun ini Pemprov Jabar sudah membantu Rp 125 miliar. Proyek ini membutuhkan Rp 623 miliar dan dianggarkan dalam tahun jamak. “Tahun ini cukup dianggarkan Rp 50 miliar. Sisanya bisa dianggarkan pada tahun-tahun berikutnya sesuai kondisi keuangan Pemkot Bandung,” ujar Endrizal.

“Kami akan terus berupaya agar defisit ini bisa diatasi. Semoga pendapatan Kota Bandung bisa meningkat,” tutur Edi diplomatis.

Sampai saat ini, APBD Kota Bandung 2009 belum disahkan karena penghitungan ulang akibat defisit tersebut. Edi berjanji ini tidak akan memengaruhi kinerja Pemkot Bandung. “Tanggal 9 Januari APBD sudah disahkan,” katanya. (MHF)

sumber:
kompasCetak

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: